Sunday, October 27, 2019

MANUSIA dan KEINDAHAN

MANUSIA dan KEINDAHAN

1. Pengertian manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial. Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

2.Pengertian Keindahan

          Keindahan berasal dari kata “indah”, berarti bagus, cantik, molek dan sebagainya.Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan.Menurut luasnya keindahan dibedakan atas tiga pengertian, yakni keindahan dalam arti luas, estetik murni, dan arti terbatas.Keindahan dalam arti luas mengandung ide kebaikan, watak, hukum, pikiran, pendapat dan sebagainya.       Keindahan dalam arti estetik disebut “symmetria”, keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada seni pahat dan arsitektur) dan “harmonia” untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik)Keindahan dalam arti terbatas berupa keindahan bentuk dan warna, menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihataan.


Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, dalam bahasa Perancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasa dari kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga tulis “bellum”.

a.Keindahan dalam arti yang luas
  Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang di dalamnya tercakup pula kebaikan.Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah.Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah.Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya "symmetria" untuk keindahan berdasarkan pengelihatan (misalnya:karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik).Jadi pengertian keindahan yang luas meliputi:keindahan seni,keindahan alam,keindahan moral,dan juga keindahan intelektual.

b.Keindahan dalam arti estetis murni
   Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman  estetis dari seseorang dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.      Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,  yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2.      Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3.      Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.
Nilai estetika digolongkan menjadi 2 nilai, yaitu:
a.        Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari keindahan alam yang bersangkutan, dapat juga digunakan sebagai tujuan, ataupun demi kepentingan alam itu sendiri. Misalnya pesan tentang keagungan Allah yang menciptakannya melaui keindahan alam itu sendiri. Contohnya adalah pesan puisi yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca melalui karya puisi tersebut.

b.      Nilai Ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai sarana untuk membantu sesuatu yang lain. Misalnya, keindahan alam menjadi sarana untuk membantu perekonomian penduduk sekitarnya dengan menjadikan keindahan alam tersebut sebagai objek wisata. Para penduduk sekitar dapat melakukan kegiatan usaha mulai dari menyediakan tempat menginap, berdagang kebutuhan-kebutuhan bagi para pengunjung, dan lain-lain.

c.Keindahan dalam arti terbatas
   Keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan hanya menyangkut benda-benda yang diserap dengan pengelihatan,yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.
    Dari pembagian dan perbedaan terhadap keindahan diatas,masih belum jelas apakah sesungguhnya keindahan itu.Ini memang merupakan suatu oersoalan filsaffati yang jawabannya beraneka ragam.Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kualitas hakiki itu dengan pengertian keindahan,Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal.Kualitas yang paling sering disebut adalah kesatuan(unity),keselarasan(harmony),kesetangkupan (semmetry),keseimbangan(balance) dan perlawanan(contrast). 

2.Pengertian Renungan
    Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek. 
Teori-teori Renungan,yaitu
  • Teori Pengungkapan 
    Bunyi dari teori ini adalah "art is an expression of human feeling" ,yang artinya seni adalah suatu ungkapan dari perasaan manusia. Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptkan suatu karya seni.
    Tokoh teori yang paling terkenal adalah filsuf Italia Benedeto (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan dalam bahasa inggris "acsthetic at science of expression and general linguistic".Beliau  menyatakan bahwa seni adalah pengungkapan dan kesan-kesan.
    Seorang tokoh lainnya yaitu Leo Tolstoi,dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah muncul dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan dipindahkan melalui gerak,warna,suara sehingga orang lain menggalami perasaan yang sama
  • Teori Metafisis
    Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua yakni berasal dari plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik ffilsafati,konsepsi keindahan dan teori seni.
    Dalam zaman modern suatu teori seni lainnya juga bercorak metafisis dikemukkan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860).Menurut beliau seni adalah suatu bentuk dari pemahaman realita.
  • Teori Psikologis
    Teori yang dimasukkan dalam teori psikologis adalah teori penandaan (Signification Theory) yang memandang seni sebagai suatu lambing atau tanda dari perasaan manusia.

   3.Pengertian Keserasian         Keserasian berasal dari kata serasi dan kata dasar rasi,artinya cocok,kena benar,dan sesuai benar.Kata cocok,artinya kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,pertentangan,ukuran dan kesimbangan.
Teori-teori dalam keserasian,yaitu

  • Teori Subjektif dan Teori Objektif
    Teori objektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat yang memang telah merekat pada bentuk indah yang bersangkutan,terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendapat lain menyatakan bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhnya azas-azas tertentu mengenai bentuk pada suatu benda.
    Teori subjektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada,yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
  • Teori Perimbangan
    Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas,yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka.Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5SM sampai abad ke-17M selama 22 abad.Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat epirisme dan aliran-aliran termaksuk dalam seni.

Hubungan Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tidak dapat dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara, maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan. Jangkauan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu, dapat dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian dari hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun dan kapanpun, siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Sudah pasti kebenaran disini bukanlah kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni, berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.
Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia tersebut mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut. Batas keindahan akan berhenti pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah, sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin, dan kreatif dalam menghubungkan benda yang satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi.
Jadi, keindahan mempunyai dimensi interaksi yang sangat luas baik hubungan manusia dengan benda, manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan.

Sebab-Sebab Manusia Menciptakan Keindahan
Manusia menciptakan keindahan pasti memiliki sebab-sebab tertentu. Adapun sebab-sebab manusia menciptakan keindahan yakni sebagai berikut:

a.      Tata Nilai Yang Telah Usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat, ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.

b.      Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan bejat manusia, terutama dari segi kebutuhan seksual. Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan olehW.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”, yang berisi bahwa si pengarang memprotes perbuatan bejat para pejabat, yang merendahkan derajat wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.


c.       Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi faktor yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat dari nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati, dan sebagainya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah.

d.      Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam, keteraturan alam semesta, dan kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru keindahan ciptaan Tuhan. Seindah-indahnya tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan dapat menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. 

CONTOH KASUS MANUSIA DAN KEINDAHAN

Kasus 

Bali Masih Ramai Dikunjungi Wisatawan Mancanegara




Pulau Bali masih menjadi tujuan wisata utama bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Seperti diketahui jika Pulau Bali menjadi salah satu Pulau dengan pantai terindah di dunia sehingga menarik minat wisatawan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan yang dimiliki Pulau Bali.

Selain memiliki pantai yang indah, Pulau Bali juga memiliki suasana pedesaan dengan areal persawahan yang masih terbentang luas dengan latar belakang gunung yang dinilai memiliki kekuatan magis. Suasana itu menjadi nilai tambah bagi Pulau Bali dalam memajukan sektor pariwisatanya.

Kekuatan magis yang terdapat di daerah pedesaan tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pariwisata untuk membuka jalur perjalanan turis yang lebih menarik sehingga dapat memberikan sesuatu yang unik bagi masyarakat dalam dan luar negeri.

Sementara itu wisatawan yang berasal dari luar negeri yang berlibur secara perorangan ke Bali tentu menginginkan untuk bermalam sambil menikmati suasana hotel berbintang. Setelah itu akan berpindah ke pondok wisata yang termasuk di dalamnya menginap di daerah perkampungan seperti yang berada di Payangan kawasan wisata yang baru berkembang di Bali. Melihat potensi yang besar dari kekayaan alam dan budaya tersebut, diharapkan semua komponen yang bergerak dalam sektor pariwisata bisa menjadi lebih kreatif utnuk menciptakan jalur pariwisata yang lebih menarik agar lebih banyak turis asing yang datang dan akan tinggal lebih lama untuk menikmati keindahan panorama alam di Pulau Bali.

Selain itu aktivitas sehari-hari yang dijalankan oleh masyarakat Bali seperti ritual odalan di Pura yang berskala besar dan hampir setiap saat ada di masyarakat umat Hindu di Bali, harus bisa diinformasikan kepada turis yang ada di Bali dan diyakini para turis akan tertarik terhadap suasana tersebut karena merupakan sebuah budaya yang unik dan hanya berada di Pulau Bali.

Dengan tingkat kunjungan wisatawan yang semakin meningkat dan banyaknya potensi pariwisata yang dapat dieksplor di Bali akan berdampak positif bagi perekonomian Bali karena dapat meningkatkan jumlah pemasukan daerah dan juga akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Untuk itu sektor pariwisata di Bali harus dapat dikembangkan agar dapat memberikan sesuatu yang baru dan menarik bagi para wisatawan.


Opini


Kasus diatas menunjukan keterkaitan antara manusia dan keindahan contohnya Pulau Bali yang berhasil menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia karena keindahannya. Sebagai manusia, dan bagian dari bangsa Indonesia, kita sudah sepatutnya untuk selalu menjaga alam, terlebih lagi karena Indonesia adalah negara yg agraris. Banyak sekali tempat-tempat wisata yang indah, contohnya seperti pulau Bali yang terus menerus selalu menjadi tempat favorit untuk turis mancanegara singgah berlibur. Oleh sebab itu, tetap jaga keindahannya yang dimiliki oleh bangsa ini. Dan jangan membiarkannya begitu saja. Keelokan akan tetap terjaga apabila tanah wilayah selalu tetap dijaga dan dilestarikan, dimanapun itu.


Simpulan

Keindahan pada dasarnya adalah ciptaan Tuhan. Keindahan adalah susunan pokok kualitas tertentu yang terdiri dari kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan pertentangan (contrast). Dari ciri-ciri tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa keindahan tersusun dari keselarasan dan pertentangan antara garis, warna, bentuk, dan kata-kata. Semua ciri tersebut dapat ditemui dalam hidup setiap manusia. Manusia dan keindahan tidak dapat terpisahkan satu sama lain. Tuhan telah menganugerahkan keindahan bagi setiap manusia secara unik. Tidak ada satupun manusia yang sama di dunia ini, meskipun kembar sekalipun. Oleh sebab itu, manusia berkewajiban untuk menjaga keindahan-keindahan yang ada pada dirinya maupun yang ada di sekitarnya sebagai upaya untuk melaksanakan perintah-Nya.

Referensi