Monday, November 25, 2019

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


1.Pengertian Tanggung Jawab
          Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
            Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang Telah diperbuatnya,
Orang yang bertanggungjawab adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala yang menjadi tanggungjawabnya dan orang yang bertanggungjawab adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain. Tanggungjawab erta kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak. Maka dengan tanggungjawab dalam hal ini adalah tanggungjawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Kewajiban terbatas : kewajiban yang tanggunjawabnya diberlakukan kepada setiap orang sama,otidak dibeda- bedakan.
Contoh ; undang – undang larangan membunuh, mencuri dan lain – lain.

2. Kewajiban tidak terbatas : kewajiban yang tanggungjawabnya diberlakukan kepada semua orang, nilainya lebih tinggi sebab dijalankan dengan suara hati. Seperti: keadilan dan kebajikan.
2.Macam-macam Tanggung Jawab
a)Tanggung jawab terhadap diri sendiri
    Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk       memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.

(b) Tanggung jawab terhadap keluarga
     Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat
      Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial.
(d) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
      Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.
Contoh:Dalam novel “ Jalan Tak Ada Ujung ” karya Muchtar Lubis, Gum Isa yang tekenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya., Perbuatan guru Isa dapat dipertanggungjawabkan kepada KEPSEK kalau perbuataan itu diketahui ia dapat berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

(e) Tanggung jawab terhadap Tuhan
      Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsang terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama.
3.Pengabdian dan Pengorbanan
Antara manusia dan tangungjawab sangat erat hubungannya, karena dalam kehidupan sehari – hari kita tidak akan pernah mendapatkan hak sebelum melaksanakan beberapa kewajiban yang harus kita pertanggungjawabkan. Adapun wujud dari tanggungjawab diantaranya berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pengorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
(a).Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
(b).Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehinggaa pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Menurut kamus Umum Bahasa Indonesia, WJS. Poerwodarmanto, korban berarti :
1. Pemberian untuk menyatakan kebaktian ( kerelaan hati dan sebagainya ).
2. Orang yang menderita kecelakaan karena perbuatan sendiri atau orang lain.
3. Korban jiwa karena tertimpa bencana gempa bumi di Kerinci, Jambi , bertambah banyak.
   Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
        Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jclas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Thursday, November 14, 2019


MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP


A.Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi

1.Pandangan Hidup

                Pandangan Hidup merupakan suatuu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani.Pandangan hidup ini bermanfaat bagi kehidupan indvidu,masyarakat,atau Negara. Semua perbuatan,tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merrupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
                Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup.Filsafat berarti cinta akan kebenaran,sedangkan kebenaran dapat dicapai oleh siapa saja. Hal inilah yang mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua golongan.
Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya.Dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya ada 3 macam,yaitu:
1.       Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.       Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
3.       Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

2.Ideologi

                Ideologi mempunyai arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan,pengetahuan tentang ideide,science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.Dalam pengertian sehari-hari Ideal dapat diartikan denga cita-cita.
                Dalam perkembangannya ,terdapat pengertian ideologi yang dikemukakan oleh beberapa ahli.Istilah ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt de Tracy seseorang asal Prancis pada tahun 1796,menurut Tracy ideologi yaitu ‘science of ideas”, suatu program yang diharapkan dapat membawa peruahan institusional dalam masyarakat Perancis.
                Ideologi terdiri dari 7 macam yaitu:
1.       Komunisme
2.       Liberalisme
3.       Kapatalisme
4.       Faisme
5.       Sosiaalisme
6.       Anarkisme
7.       Pancasila


B.Cita-Cita

                Cita-cita adalah keinginan,harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran itu semua merupakan yang harus diperoleh seseorang pada masa mendatang.Apabila cita-cita tersebut tidak bisa dipenuhi maka disebut dengan angan-angan. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yag mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah,mengikuti kemana alur sungai membawanya.Maka dapat disimpulakan bahwa cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang,bangunan yang ditelusuri daari batu bata keterampilan,semen ilmu dan pasir potensi diri.

C.Kebajikan

                Kebajikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral,perbuatan yang sama dengan agamanorma dan etika. Manusia berbuat baik karena menurut koadratnya manusia itu baik,makhluk yang bermoral dan beretika.Atas dorongan suara hatinya cenderung manusia untuk berbuat kebaikan. Manusia merupakan makhluk sosial yang artinya:Manusia yang hidup bermasyarakat,manusia yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.
Ada 3 faktor yang membuat tingkah laku manusia,yaitu:
1.       Faktor pembawa (hereditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan
2.       Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidak baik.
3.       Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup daan hingga sampai dewasa.
D.Usaha dan Perjuangan
        Usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan suatu cita-cita yang diinginkan.Setiap manusia harus bekerja keras demi kelangsungan hidupnya.Sebagian hidup manusia adalah usaha dan perjuangan.Perjuangan untuk hidup itu adalah koadrat manusia,tanpa usaha dan perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna.

E.Keyakkinan dan Kepercayaan

        Keyakinan atau kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau anugerah Allah. Menuurut Prof.Dr.Harun Nasution ada 3 aliran filsafat yaitu:
1.       Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan ddengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi .
2.       Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika atau akal.Manusia mengutamakan akal dan dengan akal manusia berfikir.
3.       Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib misalnya kekuatan yang berasal dari Allah dan percaya adanya Allah sebagai dasar keyakinan.

      F.Langkah-langkah pandangan hidup yang baik

                Setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup berbeda-beda.Ada yang memperlakukan pandangan hidup untuk mencapai suatu tujuan/cita-cita.Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
·         Mengenal:Merupakan suatu koadrat manusia yaitu meruupakkan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya
·         Mengerti:Tahap kedua untuk pandangan hidup yang baik adalah mengerti,yaitu dimaksud untuk mengerti pandangan hidup kita
·         Menghayati:Mengambarkan pandangan hidup guna memperoleh gabaran yang tepat mengenai kebenaran pandagan hidup tersebut.
·         Meyakini:Bagaimana cara kita belajar ikhlas terhadap pandangan itu.
·         Mengabdi:Menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan
·         Mengamankan:membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu


Sunday, November 10, 2019

MANUSIA dan KEADILAN

Manusia dan Keadilan

1.Pengertian Keadilan    Keadilan adalah kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang.
Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Dengan kata lain,keadilan adalah keadaan dimana bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh hak yang sama.

2.Keadilan Sosial 
 
 Dalam dasar negara kita yaitu pancasila pada sila ke-2 dan ke 5 terdapat kata keadilan yaitu pada sila ke-2 Manusia yang Adil dan Beradab dan sila ke-5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pada sila tersebut dijelaskan bahwa mengajak masyarakat untuk mengakui dan memperlakukan setiap orang sebagai sesama manusia yang memiliki martabat mulia serta hah-hak dan kewajiban asasi.Dengan kata lain,setiap warga negara berhak menjunjung hak asasi yang ada.


3.Berbagai Macam Keadilan

  1. Keadilan Komunikatif (iustitia commutativa)
    Keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi bagiannya berdasarkan hak seseorang (diutamakan obyek tertentu yang merupakan hak seseorang).
  2. Keadilan Distributif (iustitia distributiva)
    Keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi haknya berdasarkan asas proposionalitas atau kesebandingan berdasarkan kecakapan,jasa,atau kebutuhan.
  3. Keadilan Legal (iustitia legalis)
    Keadilan berdasarkan undang-undang (obyeknya tata masyarakat) yang dilindungi UU untuk kebaikan bersama (bonum commune)
  4. Keadilan Vindikatif (iustitia vindicativa)Keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda pelanggaran atau kejahatannya.
  5. Keadilan Kreatif (iustitia creativa)
    keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya berupa kebebasan untuk mencipta sesuaidengan kreatifitas yang dimilikinya di berbagai bidang kehidupan.
  6. Keadilan Proktektif (iustitia proktectiva)
    Memberikan perlinddungan kepada pribadi-pribadi dari sikap sewenang-wenang pihak lain.

4.Kejujuran     
Kejujuran merupakan bagian dari harga diri yang dijaga karena memiliki nilai yang tinggi. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal yang berasal dari hati nurai seseorang terse,tetapi bagaimana penggunaan kejujuran tersebut kembali kepada orangnya.Dengan kejujuran ini manusia memiliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi.


Hal-hal yang dapat mengilangkan kejujuran:

  • Bohong
  • Mencuri
  • Manpulasi
  • Ingkar Janji

5.Kecurangan
   Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur . Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai hati nuraninya atau orang itu dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha.


Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan,ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya:
  • Aspek Ekonomi
  • Aspek Kebudayaan
  • Aspek Peradaban
  • Aspek Teknik
selain penyebab diatas ada 2 jenis kecurangan,yaitu:
1.Pelapor Keuangan yang Curang

    Penggunaan jumlah rincian yang dimanipulasi dengan tujuan memperoleh keuntungan sendiri
    contoh:Para Koruptor yang sudah merajalela di negara kita

2.Penyalahgunaan Activa
   Kecurangan yang melibatkan pencurian activa etnitas

   contoh:Pada perusahaan-perusahaan 

6.Perhitungan (HISAB)   
 
Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia.


7.Pemulihan Nama Baik
  
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup.Nama baik adalah nama yang tidak bolehh tercela.Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya baik.Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak yang baik.Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Pelecehan nama baik seseorang juga dapat dikenakan sanksi berdasarkan 
Pasal 45 ayat 1 UU ITE dengan denda 700 juta dan penjara minimal 6 tahun.


8.Pembalasan 
 
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan serupa,perbuatan yang setimbang,tingkah laku yang serupa dan tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaaulan. Akibat dari pergaulan yang salah menghasiilkan penyimpangan dan perlakuan yang tidak menyenangkan dan berakibat pembalasan dendam.

Mempertahankan hak dan kewajiban tersebut maka manusia melakukan pembalasan.

   

Friday, November 1, 2019

MANUSIA DAN PENDERITAAN

MANUSIA dan PENDERITAAN

1.Pengertian Penderitaan

     Penderitaan adalah menangguung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang dapapt dirasakan oleh manusia.      Setiap manusia pasti pernah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun batin.Intennsitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat,ada yang berat dan ada juga yang ringan.Namun,peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu intensitas penderitaan.     Suatu yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang lain.Terkadang penderitan dianggap sebagai langkah awal untuk pencapai kesuksesan. Sebab ada pantun yang mengatakan "Beraki-rakit ke hulu berenang-renang ketepian,Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian".Beberapa organisasi di luar sana juga sangat prihatin dengan penderitaan orang lain,apalagi di negara kita ini,banyak sekali penderitaan terjadi dimana-mana,penderitaan emang tak luput dari kehidupan kita,sebagaimana pun kita berusaha menghilangkan penderitaan itu,untuk itu kita sebagai sesama rakyat Indonesia setidaknya kita mengurangi penderitaan mereka.

  • Hubungan Manusia dengan Penderitaan
     Manusia sebagai makhluk berakal dn berfikir,tidak hanya menggunakan insting namun jjuga menggunakan pikiran dan perasaan.Manusia juga mengalami kesusahan dalam hidupnya,manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhindar dari penyiksaan.Manusia di dunia ini melakukan kenikmatan berlebihan dan membawa pada penderitaan ddi akhirat.
Banyak yang salah kaprah tentang menanggapi penderitaan.Ada yang menganggap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidk beranjak dari kesesatan.Sangat terlihat  penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan mansia berupa siksaan,kemudian rasa sakit,dan terkadang membuat kekalutan mental.

2.SIKSAAN

    Penderitaan biasanya disebabkan oleh siksaan baik fisik ataupun jiwa.Siksan atau penyiksaan (Bahasa Inggris:torture) digunakan untuk merujuk pada rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban.Segala tindakan yang menyebabkan kerusakan  bik secara fisik maupun psikologis dengan sengaja ditunjukan pada seseorang dengan tujuan mengintimidasi,balas dendam,hukuman dan lain-lain.Siksaan juga dapat dilakukan untuk metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintahan.Siksaan adalah hal yang berkaitan dengan jasmani dan rohani bersiat psikis,kebimbingan,kesepian dan ketakutan.

  Beberapa siksaan yang bersifat psikis

  • Kebimbangan
        Memiliki arti tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih
  • Kesepian
      Merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri/jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai
  • Ketakutan
        Sesuatu yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.Bila rasa takut itu dibesar-besarkan.
    Penyebab seseorang merasa ketakutan:  
    Claustrophobia dan agrophobia:Rasa takut terhadap ruangan tertutup
    Gamang:Rasa takut akan tempat yang tinggi
    Kegelapan:Rasa takut bila seseorang berada ditempat gelap
    Kegagalan:Rasa takut yang dialami seseorang yang disebabkan karena merasa bahwa yang akan dilakukan mengalami kegagalan.

Para ahli jiwa mengatakan bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam dan harus dapat ditemui,dihadapi,dan ditaklukan.Kebanyakan ahli berpendapat bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus-menerus yang membuat keadaan si penderita semakin parah.


3.KEKALUTAN MENTAL

    Kekalutan mental adalah pendderitaan batin dalam ilmu psikolog yaitu gangguan mental dari suatu persoalan yang tidak dapat dihadapi sehingga mengakibatkan gangguan pada tingkah laku.

    Gejala dari kekalutan mental yaitu,
  1. Kelihatan pada jasmmani yang sering merasakan pusing,sesak nafas dan nyeri pada lambung.
  2. Kelihatan pada jiwanya yang sering dalam keadaan cemas,cemburuan,patah hati,apatis dan mudah marah
  3. Selalu iri hati dan curiga
  4. Komunikasi sosial putus dan adanya diorientasi sosial
  5. Kepribadian yang lemah dan kurang percaya diri
  6. Sering terjadi konflik sosial-budaya yang terjadi antar lingkungan masyarakat.   
     Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi fisik dan jasmani yang kurang sempurna
  2. Terjadinya konflik sosial budaya
  3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial
      Proses-proses Kekalutan Mental

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif. Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, atau pun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain:

• Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
• Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau kekanak-kanakan
• Fiksasi adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
• Proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain
• Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasinya
• Narsisme adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain
• Autisme ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.


Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti:
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi

4.Penderitaan dan Perjuangan

    Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, rnenghindari atau menghilangkan sama sekali.Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis dan berusaha mengataasi kesulitan hidup. Allah telah berfinnan dalam surat Arra'du ayat 11, bahwa Tuhan tidak akan membah nasib seseorang kecuali orang itu sendiri yang berusaha merubahnya.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dan bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan. Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang lain. Bahkan mungkin terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat menderita.


5.Penderitaan,Media Masa dan Seniman    Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, Meletusnya Gunung Galunggung,Perang Irak-Iran.

   Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan sesamanya. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini setelah mendapatkan berita dari media masa. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan atau pun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.

   Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menentukan sikap solidaritas antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul "Arie Hangara".


6.Penderitaan dan Sebab-sebabnya
   Penderitaan dapat muncul dari berbagai sebab. Penyebab tersebut kadang datang tak terduga. Apa bila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:

  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusiaPenderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik kembali. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
  2.  Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan atau azab TuhanPenderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat menjadi usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia.
     Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan beriktu ini :
    (1) Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun begitu ia dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Kanena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhimya memperoleh gelar Doktor di Universitas DSarbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr.Thaha Husen, Guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
    (2) Tenggelamnya Fir'aun di laut Merah seperti disebutkan dalam Al-Qur'an adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong. Fir'aun adalah raja Mesir yang mengaku dirinya Tuhan. Ketika Fir'aun bersama bala tentaranya mengejar nabi Musa As. dan pengikut-pengikutnya menyeberang laut Merah, laut itu terbelah dan Nabi Musa serta para pengikutnya berlalu. Ketika Fir'aun dan tentaranya berada tepat di tengah belahan laut merah itu, seketika itu juga laut merah tertutup lagi dan mereka semua tenggelam.
7.Pengaruh Penderitaan
   Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna", "nasi sudah menjadi bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.

   Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dan penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dan kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa; anti ibu tiri, ia berjuang melawan sikap ibu tiri; anti kekerasan, ia berjuang menentang kekerasan, dan lain-lain.

1. Penderitaan dan Kenikmatan

Tujuan manusia yang paling populer adalah kenikmatan, sedangkan penderitaan adalah sesuatu yang selalu dihindari oleh manusia. Oleh karena itu, penderitaan harus dibedakan dengan kenikmatan, dan penderitaan itu sendiri sifatnya ada yang lama dan ada yang sementara. Hal ini berhubungan dengan penyebabnya. Macam-macam penderitaan menurut penyebabnya, antara lain: penderitaan karena alasan fisik, seperti bencana alam, penyakit dan kematian; penderitaan karena alasan moral, seperti kekecewaan dalam hidup, matinya seorang sahabat, kebencian orang lain, dan seterusnya. Semua ini menyangkut kehidupan duniawi dan tidak mungkin disingkirkan dari dunia dan dari kehidupan manusia.

Penderitaan dan kenikmatan muncul karena alasan “saya suka itu” atau “sesuatu itu menyakitkan”. Kenikmatan dirasakan apabila yang dirasakan sudah didapat, dan penderitaan dirasakan apabila sesuatu yang menyakitkan menimpa dirinya. Aliran yang ingin secara mutlak menghindari penderitaan adalah hedonisme, yaitu suatu pandangan bahwa kenikmatan itu merupakan tujuan satu-satunya dari kegiatan manusia, dan kunci menuju hidup baik. Penafsiran hedonisme ada dua macam, yaitu:

a. Hedonisme psikologis yang berpandangan bahwa semua tindakan diarahkan untuk mencapai kenikmatan dan menghindari penderitaan.
b. Hedonisme etis yang berpandangan bahwa semua tindakan ‘harus’ ditujukan kepada kenikmatan dan menghindari penderitaan.

Kritik terhadap hedonisme ialah bahwa tidak semua tindakan manusia hedonistis, bahkan banyak orang yang tampaknya merasa bersalah atas kenikmatan-kenikmatan mereka. Dan hal ini menyebabkan mereka mengalami penderitaan. Pandangan Hedonis psikologis ialah bahwa semua manusia dimotivasi oleh pengejaran kenikmatan dan penghindaran penderitaan. Mengejar kenikmatan sebenarnya tidak jelas, sebab ada kalanya orang menderita dalam rangka latihan-latihan atau menyertai apa yang ingin dicapai atau dikejarnya.

Kritik Aristoteles ialah bahwa puncak etika bukan pada kenikmatan, melainkan pada kebahagiaan. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kenikmatan bukan tujuan akhir, melainkan hanya “pelengkap” tindakan. Berbeda dengan John Stuart Mill yang membela Hedonisme melalui jalan terhormat, utilitarisme yaitu membela kenikmatan sebagai kebaikan tertinggi. Suatu tindakan itu baik sejauh ia lebih “berguna” dalam pengertian ini, yaitu sejauh tindakan memaksimalkan kenikmatan dan meninimalkan penderitaan.

2. Penderitaan dan Kasihan

Kembali kepada masalah penderitaan, muncul Nietzsche yang memberontak terhadap pernyataan yang berbunyi: “Dalam menghadapi penderitaan itu, manusia merasa kasihan”. Menurut Nietzche, pernyataan ini tidak benar, penderiutaan itu adalah suatu kekurangan vitalitas. Selanjutnya ia berkata, “sesuatu yang vital dan kuat tidak menderita, oleh karenanya ia dapat hidup terus dan ikut mengembangkan kehidupan semesta alam. Orang kasihan adalah yang hilang vitaliatasnya, rapuh, busuk dan runtuh. Kasihan itu merugikan perkembangan hidup”. Sehingga dikatakannya bahwa kasihan adalah pengultusan penderitaan. Pernyataan Nietzsche ini ada kaitannya dengan latar belakang kehidupannya yang penuh penderitaan. Ia mencoba memberontak terhadap penderitaan sebagai realitas dunia, ia tidak menerima kenyataan. Seolah-olah ia berkata, penderitaan jangan masuk ke dalam hidup dunia. Oleh karena itu, kasihan yang tertuju kepada manusia harus ditolak, katanya.

Pandangan Nietzsche tidak dapat disetujui karena: pertama, di mana letak humanisnya dan aliran eksistensialisme. Kedua, bahwa penderitaan itu ada dalam hidup manusia dan dapat diatasi dengan sikap kasihan. Ketiga, tidak mungkin orang yang membantu penderita, menyingkir dan senang bila melihat orang yang menderita. Bila demikian, maka itu yang disebut sikap sadisme. Sikap yang wajar adalah menaruh kasihan terhadap sesama manusia dengan menolak penderitaan, yakni dengan berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan, dan bila mungkin menghilangkannya.

3. Penderitaan dan Noda Dosa pada Hati Manusia

Penderitaan juga dapat timbul akibat noda dosa pada hati manusia (Al-Ghazali, abad ke 11). Menurut Al-Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’ Ulumudin, orang yang suka iri hati, hasad, dengki akan menderita hukuman lahir-batin, akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Padahal dunia tidak berkekurangan untuk orang-orang di segala zaman. Allah SWT telah memberi ilmu dan kekayaan atau kekuasaan-Nya, karena itu penderitaan-penderitaan lahir ataupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki selama hidupnya sampai akhir kelak.

Untuk mengobati hati yang menderita ini, sebelumnya perlu diketahui tanda-tanda hati yang sedang gelisah (hati yang sakit). Perlu diketahui bahwa setiap anggota badan diciptakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Apabila hati sakit maka ia tidak dapat melakukan pekerjaan dengan sempurna, ia kacau dan gelisah. Ciri hati yang tidak dapat melakukan pekerjaan ialah apabila ia tidak dapat berilmu, berhikmah, bermakrifat, mencintai Allah dengan menyembah-Nya, merasa erat dan nikmat mengingat-Nya.

Sehubungan dengan pernyataan ciri-ciri yang menderita. Allah berfirman:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain hanya untuk menyembah kepada-Ku”. (QS. 51: 56)

“Barangsiapa merasa mengerti sesuatu, tetapi tidak mengenal Allah, sesungguhnya orang tersebut tidak mengerti apa-apa. Barangsiapa mempunyai sesuatu yang dicintainya lebih daripada mencintai Allah, maka sesungguhnya hatinya sakit. “katakanlah, hai Muhammad, apabila orang tuamu, anakmu, saudaramu, istrimu, handai tolanmu, harta bendamu yang engkau tumpuk dalam simpanan serta barang dagangan yang yang engkau khawatirkan ruginya dan rumah tempat tinggal yang kamu senangi itu lebih kamu cinta daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan Allah, maka tunggulah sampai perintah Allah datang”. (QS. 9: 24).

Hal lain yang menimbulkan derita terhadap seseorang ialah merasakan suatu keinginan atau dorongan yang tidak dapat diterima atau menimbulkan keresahan, gelisah, atau derita. Maka ia pun berusaha menjauhkan diri dari lingkup kesadaran atau perasaannya. Akhirnya, keinginan atau dorongan itu tertahan dalam alam bawah sadar. Namun, sering orang itu mengekspresikan keinginan atau dorongan itu secara tidak sadar atau dengan ucapan yang keliru. Atau, apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?

“Dan kalau Kami mengkhendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu, sehingga kamu dapat benar-benar mengenal mereka dengan tanda-tandanya, tetapi kamu mengenal mereka dari bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”. (QS. 47: 29-30).

Demikianlah Al-Quran telah mengisyaratkan tentang adanya ciri-ciri orang yang tidak sadar (menderita) lewat kata-kata yang keliru, sejak 14 abat yang lalu sebelum dikemukakan oleh Freud, penemu teori psikoanalisis. Bahkan sebuah hadist mengatakan:

“Tak seorang pun yang menyembunyikan suatu rahasia kecuali jika Allah akan memberinya penutup. Apabila penutup itu baik, maka rahasia itu baik, dan apabila penutup itu buruk maka buruk pula rahasia itu”. (Tafsir Ibn Katsir, Vol. 4 hal. 180).

Obat supaya hati sehat di firmankan Allah sebagai berikut:

“Kecuali orang yang datang ke hadirat Allah SWT dengan hati yang suci”. (QS. 26: 89 ).

Jadi, mengenal atau makrifat kepada Allah yang membawa semangat taat kepada Allah SWT dengan cara menentang hawa nafsu, merupakan obat untuk menyembuhkan penyakit dalam hati (menderita gelisah) (Al-Ghazali, abad ke-11).

Referensi: