Tuesday, March 17, 2020

PERBEDAAN MITOS,LAGENDA,DAN CERITA RAKYAT


ILMU ALAMIAH DASAR
“PERBEDAAN MITOS,LAGENDA dan CERITA RAKYAT”

A.Pengertian Mitos
            Secara sederhana definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar.Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang suatu hal sehingga mempengaruhi perilaku  masyarakat.
            Mitos (Bahasa Yunani) mythos atau  (Bahasa Belanda) mite adalah cerita prosa  rakyat yang ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (khayangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau pengganutnya. Mitos juga disebut Mitoloogi yang kadang diartikan adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan berkkaitan dengan terjadinya tempat,alam semesta,para dewata,adat istiadat dan konsep dongeng suci.
            Mitos juga merujuk kepada suatu cerita dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi pada masa dahulu.Jadi,mitos adalah cerita tentang asal-usul alam semesta,manusia atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang dalam.Mengapa mitos masih dipercaya?Sebab masyarakat beranggapan mitos sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat,khususnya masyarakat tradisional yang masih sangat kental budaya kedaerahannya.
            Ada beberapa contoh mitos yang masih dipercaya hinggga zaman modern sekarang ini,diantaranya:
1.      Anak perempuan tidak boleh duduk di depan pintu. Mitos ini dipercaya sebab konon katanya jika anak perempuan atau anak gadis duduk di depan pintu susah mendapatkan jodoh
2.      Jangan bersiul pada malam hari karena dapat mengundang setan
3.      Saat tiba-tiba tertimpa cicak,ini dipercaya bahwa akan mendapat kesialan.

B.Pengertian Lagenda
            Lagenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh di empunya cerita sebagai suatau yang benar-benar terjadi.Oleh karena itu,lagenda sering sekali dipandang sebagai sejarah koletif (folkstory). Walaupun demikian karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga seringkali jauh berbeda denngan kisah aslinya.Oleh karena itu,jika lagenda hendak di pergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah maka lagenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat flokor.
Jan Harold Bruvand menggolongkan lagenda menjadi empat kelompok yaitu:
1.      Lagenda keagamaan (religious lagenda)
Lagenda keagamaan adalah lagenda orang-orang yang dianggap suci atau sale,karya semacam ini termkasuk flokor karena versi asalnya masih tetap hidup di kalangan masyarakat sebagai tradisi lisan.Di Jawa hagiografi menceritakan riwayat hidup para wali penyebar Islam pada masa yang paling awal.Berikut contohnya adalah lagenda wali Sembilan(Wali Songo).
2.      Lagenda alam gaib
Lagenda semacam ini berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang.Fungsi dari lagenda ini adalah untuk meneguhkan kebenaran “takhayul” atau kepercayaan rakyat.Contohnya,kepercayaan rakyat terhadap adanya nyi blorong.
3.      Lagenda Perseorangan
Lagenda perseorangan adalah lagenda yang menceritakan tokoh-tokoh tertentu yang dianggap benar-benar terjadi. Di Indonesia lagenda semacam ini banyak sekali.Contohnya,lagenda tokoh Panji di Jawa
4.      Lagenda Setempat
Lagenda setempat adalah cerita yang berhubungan dengan suatu tempat,nama tempat dan bentuk topografi,yaitu bentuk permukaan suatu tempat,bukit-bukit,dan sebagainya.Lagenda setempat berhubungan dengan nama tempat Conthnya,Lagenda Danau Toba di Tapanuli,Samosir,Sumatera Utara
Contoh lagenda:Lagenda Danau Toba
            Di sebuah desa di wilayah Tapanuli tinggallah seseorang laki-laki bernama Toba hidup seorang diri di gubuk kecil.Toba adalah seorang petani yang sangat rajin bekerja setiap hari menanam di kebun miliknya.Hari demi hari,tahun demi tahun umur semakin bertambah dan Toba pun mulai bosan dengan hidup sendirinya,Terkadang untuk menghilangkan kebosanannya Toba pun pergi memancing ikan di sungai besar dekat kebunnya.
            Menjelang siang setelah ia selesai berkebun,Toba pun berencana untuk memancing ikan di sungai dekat kebunnya. Di tengah perjalanan ia bergumel sendiri “Seandainya aku memiliki istri dan anak tentu aku tidak sendirian lagi,melakukan pekerjaan sendiri dan lain-lain”.
            Sampailah ia di tempat pemancingan ,di lemparnya mata kail pancingnya dan sembari menunggu tetapi angannya tetap mengganggu kosentrasinya.Tidak berapa lama tiba-tiba kailnya tersentak,sontak ia langsung menariknya.Ia pun terkejut melihat ikan tangkapannya kali ini besar sekali dan ia segera membawa ikan itu pulang.

            Sesampainya dirumah ia langsung meletakan ikannya tersebut di ember besar,ia langsung bergegas menyalakan api di dapur .Setelah itu dia kembali untuk mengambil ikan tersebut,betapa terkejutnya ia saat melihat ember berisi ikan tadi sudah di penuhi koin emas. Ia langsung pergi ke dapur dan kaget ketika melihat ada perempuan cantik di dapur itu.
            Saat itu ia kepikiran untuk mempersunting gadis itu. Singkat cerita toba pun menikah dengan gadis tersebut dengan syarat ketika anak mereka lahir toba tidak boleh menyebutnya anak ikan. Setelah beberapa lama toba dan istrinya dikaruniakan seorang anak,yang di beri nama Samosir.
            Saat itu samosir pergi mengantarkan makanan untuk bapaknya di ladang,tapi karena ada sesuatu yang terjadi di jalan ia pun telat mengantarkan makanan tersebut.Saat itu Toba pun murka kepada Samosir. Ia langsung mengatakan kepada Samosir bahwa ia adalah anak ikan. Samosir pun nangis dan pergi kepada ibunya. Ibunya pun menyuruh Samosir untuk pergi ke puncak paling tinggi. Saat itu badai pun datang dan menenggelamkan desa tersebut. Maka terjadilah Danau Toba dan daratan di tengah danau toba tersebut adalah pulau Samosir .

C.Cerita Rakyat
            Cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa
Ciri-ciri cerita rakyat:
            1.Cerita rakyat disampaikan secara lisan
            2.Disampaikan secara turun-temurun
            3.Tidakk diketahui siapa pertama kali membuatnya
            4.Kaya nilai-nilai luhur
            5.Bersifat tradisional
Fungsi Cerita Rakyat:
            1.Sarana Hiburan
            2.Sarana Pendidikan
            3.Sarana penggalangan rasa kesetiakawanan diantara warga
            4.Pengokoh nilai-nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat
           





No comments:

Post a Comment