ILMU ALAMIAH DASAR
“PERBEDAAN
MITOS,LAGENDA dan CERITA RAKYAT”
A.Pengertian Mitos
Secara sederhana definisi mitos adalah suatu
informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari
generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga
masyarakat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak
benar.Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang
suatu hal sehingga mempengaruhi perilaku
masyarakat.
Mitos (Bahasa Yunani) mythos atau (Bahasa
Belanda) mite adalah cerita
prosa rakyat yang ditokohi oleh para
dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (khayangan) pada
masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau
pengganutnya. Mitos juga disebut Mitoloogi yang kadang diartikan adalah cerita
rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan berkkaitan dengan terjadinya
tempat,alam semesta,para dewata,adat istiadat dan konsep dongeng suci.
Mitos juga merujuk kepada suatu
cerita dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu
peristiwa yang pernah terjadi pada masa dahulu.Jadi,mitos adalah cerita tentang
asal-usul alam semesta,manusia atau bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara
gaib dan mengandung arti yang dalam.Mengapa mitos masih dipercaya?Sebab
masyarakat beranggapan mitos sangat berpengaruh pada kehidupan
masyarakat,khususnya masyarakat tradisional yang masih sangat kental budaya
kedaerahannya.
Ada beberapa contoh mitos yang masih
dipercaya hinggga zaman modern sekarang ini,diantaranya:
1. Anak perempuan tidak boleh duduk
di depan pintu. Mitos ini dipercaya sebab konon katanya jika anak perempuan
atau anak gadis duduk di depan pintu susah mendapatkan jodoh
2. Jangan bersiul pada malam hari
karena dapat mengundang setan
3. Saat tiba-tiba tertimpa cicak,ini
dipercaya bahwa akan mendapat kesialan.
B.Pengertian
Lagenda
Lagenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap
oleh di empunya cerita sebagai suatau yang benar-benar terjadi.Oleh karena
itu,lagenda sering sekali dipandang sebagai sejarah koletif (folkstory).
Walaupun demikian karena tidak tertulis maka kisah tersebut telah mengalami
distorsi sehingga seringkali jauh berbeda denngan kisah aslinya.Oleh karena
itu,jika lagenda hendak di pergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi
sejarah maka lagenda harus bersih dari unsur-unsur yang mengandung sifat-sifat
flokor.
Jan
Harold Bruvand menggolongkan lagenda menjadi empat kelompok yaitu:
1.
Lagenda
keagamaan (religious lagenda)
Lagenda
keagamaan adalah lagenda orang-orang yang dianggap suci atau sale,karya semacam
ini termkasuk flokor karena versi asalnya masih tetap hidup di kalangan
masyarakat sebagai tradisi lisan.Di Jawa hagiografi menceritakan riwayat hidup
para wali penyebar Islam pada masa yang paling awal.Berikut contohnya adalah
lagenda wali Sembilan(Wali Songo).
2.
Lagenda
alam gaib
Lagenda
semacam ini berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah
dialami seseorang.Fungsi dari lagenda ini adalah untuk meneguhkan kebenaran
“takhayul” atau kepercayaan rakyat.Contohnya,kepercayaan rakyat terhadap adanya
nyi blorong.
3.
Lagenda
Perseorangan
Lagenda
perseorangan adalah lagenda yang menceritakan tokoh-tokoh tertentu yang
dianggap benar-benar terjadi. Di Indonesia lagenda semacam ini banyak
sekali.Contohnya,lagenda tokoh Panji di Jawa
4.
Lagenda
Setempat
Lagenda
setempat adalah cerita yang berhubungan dengan suatu tempat,nama tempat dan
bentuk topografi,yaitu bentuk permukaan suatu tempat,bukit-bukit,dan
sebagainya.Lagenda setempat berhubungan dengan nama tempat Conthnya,Lagenda
Danau Toba di Tapanuli,Samosir,Sumatera Utara
Contoh
lagenda:Lagenda Danau Toba
Di sebuah desa di wilayah Tapanuli tinggallah
seseorang laki-laki bernama Toba hidup seorang diri di gubuk kecil.Toba adalah
seorang petani yang sangat rajin bekerja setiap hari menanam di kebun
miliknya.Hari demi hari,tahun demi tahun umur semakin bertambah dan Toba pun
mulai bosan dengan hidup sendirinya,Terkadang untuk menghilangkan kebosanannya
Toba pun pergi memancing ikan di sungai besar dekat kebunnya.
Menjelang siang setelah ia selesai
berkebun,Toba pun berencana untuk memancing ikan di sungai dekat kebunnya. Di
tengah perjalanan ia bergumel sendiri “Seandainya aku memiliki istri dan anak
tentu aku tidak sendirian lagi,melakukan pekerjaan sendiri dan lain-lain”.
Sampailah ia di tempat pemancingan
,di lemparnya mata kail pancingnya dan sembari menunggu tetapi angannya tetap
mengganggu kosentrasinya.Tidak berapa lama tiba-tiba kailnya tersentak,sontak
ia langsung menariknya.Ia pun terkejut melihat ikan tangkapannya kali ini besar
sekali dan ia segera membawa ikan itu pulang.
Sesampainya dirumah ia langsung meletakan
ikannya tersebut di ember besar,ia langsung bergegas menyalakan api di dapur
.Setelah itu dia kembali untuk mengambil ikan tersebut,betapa terkejutnya ia
saat melihat ember berisi ikan tadi sudah di penuhi koin emas. Ia langsung
pergi ke dapur dan kaget ketika melihat ada perempuan cantik di dapur itu.
Saat itu ia kepikiran untuk
mempersunting gadis itu. Singkat cerita toba pun menikah dengan gadis tersebut
dengan syarat ketika anak mereka lahir toba tidak boleh menyebutnya anak ikan.
Setelah beberapa lama toba dan istrinya dikaruniakan seorang anak,yang di beri
nama Samosir.
Saat itu samosir pergi mengantarkan
makanan untuk bapaknya di ladang,tapi karena ada sesuatu yang terjadi di jalan
ia pun telat mengantarkan makanan tersebut.Saat itu Toba pun murka kepada
Samosir. Ia langsung mengatakan kepada Samosir bahwa ia adalah anak ikan.
Samosir pun nangis dan pergi kepada ibunya. Ibunya pun menyuruh Samosir untuk
pergi ke puncak paling tinggi. Saat itu badai pun datang dan menenggelamkan
desa tersebut. Maka terjadilah Danau Toba dan daratan di tengah danau toba
tersebut adalah pulau Samosir .
C.Cerita Rakyat
Cerita pada masa lampau yang menjadi ciri khas
setiap bangsa yang memiliki kultur budaya yang beraneka ragam mencakup kekayaan
budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa
Ciri-ciri
cerita rakyat:
1.Cerita rakyat disampaikan secara
lisan
2.Disampaikan secara turun-temurun
3.Tidakk diketahui siapa pertama
kali membuatnya
4.Kaya nilai-nilai luhur
5.Bersifat tradisional
Fungsi
Cerita Rakyat:
1.Sarana
Hiburan
2.Sarana Pendidikan
3.Sarana penggalangan rasa
kesetiakawanan diantara warga
4.Pengokoh nilai-nilai sosial budaya
yang berlaku dalam masyarakat